Pages

Jumat, 25 Februari 2011

PERAN PENTING KARANTINA TUMBUHAN DI INDONESIA

Bagi Negara Agraris seperti Indonesia, sektor pertanian merupakan bidang kehidupan pokok bagi sebagian besar penduduknya dan berpengaruh langsung pada kondisi ekonomi negara. Salah satu ancaman yang bisa menghambat budidaya pertanian adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan untuk mengawasinya perlu dilakukan sistem perlindungan tanaman antara lain Karantina Tumbuhan, Kegiatan Karantina Tumbuhan di Indonesia diselenggarakan oleh Badan Karantina Pertanian.
Peran penting Karantina Tumbuhan Indonesia tidak akan pernah lepas dari aspek perlindungan tanaman, karena Karantina Tumbuhan merupakan salah satu kegiatan dalam sistem perlindungan tanaman, disamping pengendalian dan eradikasi OPT.

Dari beberapa sistem perlindungan yang ada tersebut, maka sistem Karantina Tumbuhan dianggap sistem yang paling aman dan ekonomis. Karantina Tumbuhan merupakan filter, yakni menyaring pemasukan tumbuhan dan bukan sebagai penghalang yang melarang setiap usaha pemasukan tumbuhan dan bagian-bagiannya. Kegiatan Karantina Tumbuhan merupakan bagian integral dari pembangunan sektor pertanian. Pembangunan pertanian menempatkan upaya melindungi dan melestarikan sumber daya hayati sebagai bagian dari pembangunan sistem dan usaha agribisnis.

Dengan demikian Karantina Tumbuhan dapat dikatakan sebagai lini pertama atau benteng terdepan dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan. Ditinjau dari aspek perlindungan tanaman, ada tiga peran Karantina Tumbuhan yang bisa dikembangkan yaitu :
  • Mencegah masuknya OPTK A1 (OPT yang belum terdapat di Indonesia) dari luar negeri ke dalam wilayah Republik Indonesia. Contoh : Penyakit Hawar daun karet Amerika selatan (SALB) yang disebabkan oleh jamur Microcyclus ulei.
  • Mencegah penyebaran OPTK A2 (OPT yang telah terdapat di wilayah Indonesia namun masih terbatas pada wilayah tertentu saja) ke wilayah lain yang masih bebas OPT tersebut. Contoh : CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration), yang disebabkan oleh MLO yang telah memusnahkan pertanaman jeruk di Garut-Jawa Barat tahun 1950-an. Pada tahun 1970-an penyakit ini menghancurkan pertanaman jeruk di Sumatera Selatan.
  • Mencegah OPT tertentu ke luar wilayah Indonesia (yang tidak dikehendaki Negara lain). Contoh : Rhadopholus similis pada jahe ( Zingiber sp )ke Jepang.

Jenis OPT terdiri dari gulma, hama, dan pathogen (cendawan, bakteri, virus, MLO/mycoplasma like organism, RLO/ricketsia like organism, dan nematoda). Setiap jenis OPT tersebut memiliki daerah penyebaran yang beragam di seluruh dunia. Wilayah Negara Republik Indonesia masih bebas dari beberapa organisme tumbuhan berbahaya tertentu (yang disebut OPTK A1) disinilah peran penting Karantina Tumbuhan;:
  • Peran penting pertama Karantina Tumbuhan mencegah masuknya OPTK A1 ke wilayah Negara RI. Jika peran penting Karantina Tumbuhan ini tidak terlaksana dengan baik, OPTK A1 akan lolos masuk ke wilayah Negara Republik Indonesia dan akan merusak tanaman dan sumber daya hayati lainnya yang ada di wilayah Indonesia. Kerusakan tersebut akan menurunkan produksi pertanian yang akan berpengaruh pada sektor perekonomian, bahkan akibat lebih lanjut akan mempengaruhi sektor lainnya seperti sektor sosial dan politik.

    Sebagai contoh, serangan Penyakit layu pembuluh (Vascular Wilt of Oil Palm) disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp. elaeidis. Penyakit ini menimbulkan kerugian mencapai 20% di Afrika Barat, Kamerun, Kongo, Dahomey, Ivory Coast, Nigeria dan Zaire serta Amerika Selatan.


    Foto 1 : Lethal yellowing yang disebabkan Phytoplasma


    Contoh lainnya OPT Luar negeri yang telah masuk ke Indonesia yang menyebab kerugian secara ekonomis adalah Penyakit cacar daun teh disebabkan oleh cendawan Exobasidium vexans yang berasal dari Sri Lanka. Kerugian mencapai 30 - 50 % dari total nilai 114 .000.000,- pada tahun 1951.


    Foto 2 : Penyakit cacar daun teh yang disebabkan cendawan Exobasidium vexans


    Contoh selanjutnya yaitu masuknya Nematoda Sista Kuning, yang disebabkan oleh Globodera rochtosiensis. OPT ini berasal dari Belanda, menyebabkan hampir seluruh pertanaman kentang di Jawa Timur hancur, pada tahun 2005.


    Foto 3 : Tanaman Kentang terserang Nematoda Sista kuning yang disebabkan oleh (Globodera rochtosiensis)




  • Peran penting karantina tumbuhan yang kedua dapat dilihat gambarannya pada contoh berikut yaitu pada penyakit hangus daun tebu yang semula hanya di Lampung telah menjalar ke daerah Sumatera Selatan. Untuk mencegah penyebarannya ke daerah lain di wilayah Indonesia, maka karantina tumbuhan harus bisa memainkan peran pentingnya secara optimal. Dengan pengawasan karantina yang ketat diharapkan penyakit ini dapat dicegah penularannya/penyebarannya ke daerah lain, dengan demikian kerugian yang lebih besar dapat dihindari.



  • Adapun peran penting karantina tumbuhan yang ketiga yaitu mencegah keluarnya OPT tertentu dari wilayah Negara Republik Indonesia. Sesuai dengan ketentuan International, bangsa Indonesia juga mempunyai kewajiban untuk mencegah keluarnya OPT tertentu dari wilayah Negara Republik Indonesia. Pencegahan ini dilakukan jika yang bersangkutan menginginkannya.



  • Ketiga peran penting yang diuraikan diatas berkaitan erat dengan tugas pokok karantina tumbuhan sebagai salah satu sistem perlindungan tanaman. Ketiga peran tersebut tetap merupakan tanggung jawab karantina tumbuhan dari dulu hingga, sekarang dan pada masa yang akan datang.

    Selanjutnya dalam hal peningkatan daya saing dan pemberdayaan ekonomi rakyat, peran karantina harus mampu membantu para pelaku usaha pertanian dalam memenuhi persyaratan teknis Sanitary dan Phytosanitary dari negara tujuan ekspor. Dalam perdagangan bebas dimana negara-negara berupaya menekan tarif bea masuk maka instrumen dan SPS-WTO akan mengemuka sebagai instrumen perdagangan.

    0 komentar:

    Poskan Komentar